Sifat Salat Nabi adalah buku panduan salat yang disusun oleh Muhammad Nashiruddin al-Albani. Buku ini menjelaskan tentang tatacara salat yang dilakukan Nabi ﷺ dari mulai takbir hingga salam, dengan menyinggung beberapa perkara yang menjadi perbedaan pendapat di dalam mazhab fikih.
“Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat!” — sabda Rasulullah ﷺ ini menjadi pengingat bahwa setiap muslim wajib meneladani tata cara shalat beliau dengan benar. Namun, di tengah kesibukan dan minimnya pemahaman, banyak orang masih melakukan shalat tanpa mengetahui apakah gerakan dan bacaannya sesuai dengan tuntunan Nabi. Padahal, shalat adalah tiang agama, ibadah pertama yang akan dihisab, dan pembeda antara mukmin serta kafir. Jika shalat tidak dilakukan dengan benar, bagaimana mungkin amal lainnya diterima?
Buku Sifat Shalat Nabi Dilengkapi Foto Gerakan Shalat hadir sebagai panduan lengkap dan praktis untuk membantu umat Islam menunaikan shalat sebagaimana dicontohkan Rasulullah ﷺ. Disusun berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan penjelasan para ulama, buku ini membahas secara rinci mulai dari syarat dan rukun shalat, hukum berjamaah, hingga pentingnya khusyuk. Dilengkapi foto-foto gerakan shalat yang jelas, pembaca dapat langsung mempraktikkan dengan mudah. Diterbitkan oleh penerbit terpercaya, buku ini menjadi referensi wajib bagi siapa pun yang ingin menyempurnakan ibadah shalatnya.
Free download (Cp.06) Shifat Shalat Nabi disini
Sifat Sholat Nabi - Syaikh Al Albani Jilid 1
Sifat Sholat Nabi - Syaikh Al Albani Jilid 2
Sifat Sholat Nabi - Syaikh Al Albani Jilid 3
Buku ini adalah buku yang menjelaskan tata cara shalat nabi secara lengkap mulai dari permulaan shalat hingga salam, buku ini telah banyak di cetak dan dijadikan referensi dalam pelajaran tata cara shalat nabi.
Syaikh Albani berkata dalam kitabnya ini:
***
Saya tidak pernah menemukan kitab yang membahas seluruh tema tentang shalat ini. Karena itu saya merasa berkewajiban untuk menyusun sebuah buku yang mencakup semua yang berkaitan dengan sifat shalat Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam sejak dari takbir hingga salam untuk ikhwan-ikhwan umat Islam yang selalu berkeinginan meneladani petunjuk Nabinya dalam beribadah. Sehingga mempermudah mereka melaksanakan perintah Rasulullah sebagaimana yang disabdakan:
“Sholatlah sebagaimana kalian melihat aku melakukan shalat.”
Atas dasar inilah, saya berusaha keras menelusuri hadits-hadits yang berkaitan dengan tujuan ini di berbagai kitab hadits, yang diantarnya adalah buku yang sedang di tangan anda ini. Dalam penulisan buku ini saya telah menetapkan sebuah aturan agar tidak menggunakan hadits hadits Nabi sebagai dalil kecuali yang sanadnya kuat, sesuai dengan kaidah dan prinsip-prinsip ilmu hadits. Disamping itu saya juga mencapakkan setiap hadits majhul atau dhaif berkenaan dengan tata cara shalat, zikir, keutamaan-keutamaan dan lain sebagainya. Karena saya yakin bahwa setiap hadits yang kuat sudah cukup dari pada yang dhaif karena yang dhaif itu tidak ada gunanya -tanpa ada perselisihan diatara ahli hadits- kecuali hanya prasangka. Sedangkan keyakinan yang bersumber dari prasangka adalah sebagaimana halnya firman Alloh dalam Qur’an surat an-Najm ayat 28:
“Persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.”
Juga Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
“Janganlah sekali-kali berprasangka karena persangkaan itu adalah perkataan yang paling dusta.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar